Logo

081246558552

  • Selamat Datang di Website Resmi Desa Buahan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli
Jumat Pon
Logo

I Wayan Suardi

Kepala Desa Buahan

"Om Swatiastu" Selamat Datang di Website Resmi Desa Buahan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli


Foto Galeri

Ritual Nyelung

LIHAT LAINNYA

Video Galeri

LIHAT LAINNYA

Jajak Pendapat

Bagaimana Pendapat Anda tentang Website Desa Buahan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli?

    Res : 14 Responden

Baca Artikel

Nyepi Kasa di Desa Buahan

Oleh : buahan | 27 November 2015 | Dibaca : 831 Pengunjung

Dalam sejarah dunia, mungkin baru Pulau Bali yang bisa menutup aksesnya selama satu hari pada perayaan Nyepi. Hari ini juga akhirnya diakui dan dijadikan hari libur nasional. Banyak pujian karena berhasil menghemat entah berapa ratus ribu atau jutaan watt listrik yang banyak dihabiskan oleh hotel-hotel di Bali Selatan. Yeah.. industri bro..
 
BANTEN. Warga Desa Buahan, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar mempersembahkan satu anak sapi yang sebelumnya ditusuk tubuhnya dan dibiarkan berjalan keliling desa dengan darahnya yang menetes. Mereka percaya dengan persembahan itu bisa memberikan kesuburan bagi desa.
BANTEN. Warga Desa Buahan, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar mempersembahkan satu anak sapi yang sebelumnya ditusuk tubuhnya dan dibiarkan berjalan keliling desa dengan darahnya yang menetes. Mereka percaya dengan persembahan itu bisa memberikan kesuburan bagi desa.
 
BANTEN. Perempuan Desa Buahan, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar, Bali bekerja sama membuat banten atau persembahan untuk "Jorogan". Ini merupakan salah satu proses upacara yang diikuti para perempuan dengan berebut banten atau persembahan yang sudah selesai dihaturkan. 
BANTEN. Perempuan Desa Buahan, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar, Bali bekerja sama membuat banten atau persembahan untuk “Jorogan”. Ini merupakan salah satu proses upacara yang diikuti para perempuan dengan berebut banten atau persembahan yang sudah selesai dihaturkan.
 
Sebagai orang Bali yang besar di pinggiran Ibukota Jekardah, akhirnya baru tahun 2013 ini menyaksikan keunikan yang ada di Desa Buahan, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar dengan Nyepi Kasa nya. Tahun ini jatuh pada 8 Juli 2013 lalu.
 
Nyepi Kasa  berbeda dengan Nyepi yang umum dikenal. Karena hanya dilaksanakan secara lokal di satu desa saja. Untuk ini mereka harus menutup jalan utama desa yang sehari-harinya digunakan sebagai akses warga yang ingin menuju Kintamani.
 
Sejarahnya, pada suatu masa di jaman dulu kala Desa Buahan mengalami grubug. Banyak warganya yang meninggal, tiba-tiba sakit tanpa sebab yang jelas dan hal buruk lainnya. Warga berinisiatif meminta pertolongan pada Dewa dan singkat cerita doa mereka dikabulkan dan Desa Buahan terbebas dari bencana. Tapi sebagai gantinya, mereka harus melaksanakan Nyepi Kasa setiap bulan pertama dalam sistem kalender Bali. Kasa berarti pertama dalam bahasa Bali.
 
WP_anggaramahendra_nyepi kasa_05
CUNDANG. “Be Cundang” orang Bali menyebutnya seperti itu untuk ayam aduan yang sudah kalah.
 
Warga diharapkan melaksanakan Catur Brata Penyepian, yang berarti tidak menghidupkan api, tidak bepergian, tidak bersenang-senang dan tidak bekerja. Tapi warga masih dimaklumi saat memakai kendaraan saat mengantar kerabatnya yang sakit, atau berjalan kaki keluar rumah untuk yang sekolahnya diluar desa. Meskipun diluar itu masih ada beberapa warga yang berjalan-jalan keluar rumah.
 
JOROGAN. Keunikan tradisi Nyepi Kasa yang dilakukan satu hari sebelum perayaan Nyepi, yaitu pada 7 Juli 2013. Perempuan desa di sore hari berlomba-lomba mendapatkan banten atau persembahan yang sudah disembahyangi oleh Pemangku/ Pendeta.
JOROGAN. Keunikan tradisi Nyepi Kasa yang dilakukan satu hari sebelum perayaan Nyepi, yaitu pada 7 Juli 2013. Perempuan desa di sore hari berlomba-lomba mendapatkan banten atau persembahan yang sudah disembahyangi oleh Pemangku/ Pendeta.
 
PENGERUPUKAN. Pawai Ogoh-ogoh yang dipikul oleh laki-laki desa dengan mengelilingi Desa Buahan sebanyak tiga kali. Menurut kepercayaan, patung berwujud menyeramkan ini bisa mengusir hal-hal buruk yang ada di desa.
PENGERUPUKAN. Pawai Ogoh-ogoh yang dipikul oleh laki-laki desa dengan mengelilingi Desa Buahan sebanyak tiga kali. Menurut kepercayaan, patung berwujud menyeramkan ini bisa mengusir hal-hal buruk yang ada di desa.
 
Keunikan Nyepi Kasa ini justru terjadi pada upacara yang berlangsung sehari sebelumnya, pada 7 Juli 2013 saat Tilem. Mereka memulainya sekitar jam 7 pagi dengan memepersembahkan satu anak sapi yang dibiarkan berjalan sambil ditusuk tubuhnya hingga meneteskan darah sepanjang perjalanan. Daging dari godel atau anak sapi ini nantinya akan dibagi-bagikan pada sekitar 345 kepala keluarga Desa Buahan.
 
Upacara unik berlanjut pada sore hari sekitar jam 5 di Pura Dalem Jemeng, Desa Buahan. Upacara ini bernama Jorogan, yaitu saling dorong mendorong berebut banten. Sambil menanti upacara dimulai, warga biasanya membawa ayam aduan mereka untuk bermain di arena yang berada di salah satu bale besar didalam Pura Dalem.
 
Beberapa Pemangku mulai datang, menyiapkan banten dan mantra-mantra untuk upacara. Mereka memimpin persembahyangan, diikuti oleh puluhan perempuan usia remaja hingga paruh baya yang antusias menunggu “Jorogan”. Belum selesai Pemangku memercikkan tirta sebagai tanda persembahyangan usai, beberapa dari mereka sudah mengambil posisi strategis. Tidak lama, mereka berhamburan, saling mendorong, berdesakan tapi juga tertawa meski kondisinya terhimpit atau hanya mendapat potongan kecil banten.


Oleh : buahan | 27 November 2015 | Dibaca : 831 Pengunjung


Artikel Lainnya :

Lihat Arsip Artikel Lainnya :