Situs Resmi Desa Buahan
Logo

081246558552

  • Selamat Datang di Website Resmi Desa Buahan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli
Rabu Pon
Logo

I Wayan Suardi

Kepala Desa Buahan

"Om Swatiastu" Selamat Datang di Website Resmi Desa Buahan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli


Foto Galeri

Ritual Nyelung

LIHAT LAINNYA

Video Galeri

LIHAT LAINNYA

Jajak Pendapat

Bagaimana Pendapat Anda tentang Website Desa Buahan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli?

    Res : 14 Responden

Baca Artikel

Ritual Nyelung

Oleh : buahan | 31 Oktober 2015 | Dibaca : 817 Pengunjung

Mengenal lebih dekat tentang budaya dan tradisi unik di Bali yang berkaitan dengan ritual keagamaan, maka upacara Nyelung di desa Buahan Payangan layak untuk anda ketahui, apalagi prosesi ini digelar hanya dalam kurun waktu 10 tahun sekali. Akan menjadikannya sebuah upacara berskala besar yang aka dihadiri oleh seluruh warga. Dan ritual itu sendiri digelar oleh empat subak desa seperti Buahan, Selat, Susut dan Tengipis di Pura Pucak Pausan di desa Pausan Payangan. Tujuan pelaksanaan upacara ini adalah untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Ida Sanghyang Widi Wasa (Tuhan Yang Esa) atas segala hasil panen yang berlimpah.

Desa Buahan terletak di Kecamatan Payangan, kabupaten Gianyar. Berbatasan dengan Ubud dan Kintamani yaitu beberapa  objek wisata di Bali yang paling populer. Ritual Nyelung ini melibatkan seluruh anggota petani dari empat subak tersebut termasuk juga keluarga mereka, upacara ini digelar Pura yang berlokasi di tengah-tengah persawahan mereka, tradisi jaman dahulu warisan leluhur ini berawal dari gagalnya panen di Subak Gede Buahan karena serangan hama, kemudian warga subak memohon keselamatan di Puncak Pura Pausan dan akan berjanji untuk melakukan ritual Nyelung yaitu menghaturkan hasil pertanian jika permohonan dikabulkan.

Pelaksanaan Ritual Nyelung ini bisa dikatakan menjadi sebuah tradisi unik di Bali dari warisan para leluhur mereka yang masih terpelihara lestari sekarang ini, dimana berbagai hasil pertanian (baik yang berupa buah dan umbi) yang dinamakan "Jelung", serta berbagai duplikat alat pertanian, juga seekor babi, itik dan ayam diarak warga subak secara bergantian mulai dari warga subak desa Susut dan Buahan menuju Banjar Selat kemudian ke desa Tengipis dan akhirnya sampai ke Pura Pucak Pausan, yang totalnya berjarak sekitar 10 km, diiringi dengan musik tradisional Gamelan Baleganjur serta sorak sorai warga. Sesampai di pura Jelung tersebut disucikan terlebih dahulu, kemudian diarak mengelilingi pura sebanyak tiga kali oleh warga secara bergantian dan kemudian diusung ke bagian utama mandala pura.

Pada tahun 2014 ritual Nyelung ini digelar pada hari Selasa, Kliwon, Tambir sasih Kasa tanggal 15 Juli. Diikuti hampir oleh 600 orang warga dari empat desa, dengan iring-iringan warga, tabuh baleganjur dan sorak sorai para pengiringnya, prosesi menjadi gegap gempita dalam balutan cuaca dingin dan sengatan matahri. Kebahagiaan sangat kental terasa, mengiring persembahan sebagai puji syukur atas karunia yang berlimpah menuju Pura Pucak Pausan.


Oleh : buahan | 31 Oktober 2015 | Dibaca : 817 Pengunjung


Artikel Lainnya :

Lihat Arsip Artikel Lainnya :